Tampilkan postingan dengan label Jenis Drugs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jenis Drugs. Tampilkan semua postingan

Efek Tembakau Gorilla

Posted by sulthan on Minggu, 22 Januari 2017

Indodrugs - Synthetic cannabinoid merupakan zat sintetis (zat hasil sintesa di laboratorium) yang berbentuk serbuk yang efeknya sama dengan penggunaan ganja karena menempati reseptor di tubuh sama dengan penggunaan ganja.

Tembakau Gorilla berbentuk serbuk yang efeknya sama dengan penggunaan ganja karena menempati reseptor di tubuh sama dengan penggunaan ganja
Tembakau Gorilla/Image: BNN

Serbuk sintetik cannabinoid ini umumnya disemprotkan pada sampel herbal atau bahan lain kemudian dikeringkan dan dikemas menjadi kemasan herbal ataupun rokok. 

Temuan sintetik cannabinoid yang cukup popular pada tahun 2015 adalah tembakau gorilla yaitu tembakau yang menurut pengakuan dari beberapa pemakainya bahwa penggunaan zat ini akan membuat pemakainya diam sesaat tak bergerak seperti kaku namun kemudian jika berlanjut akan membuat pemakainya mengalami halusinasi dan tremor atau gemetaran. 

Efek yang dirasakan tidak lama hanya beberapa menit saja namun pemakainya seperti sudah lama tidak sadar terhadap sekelilingnya persis seperti efek ditimpa gorilla. 

Tembakau gorilla ini sebenarnya sudah laa beredar dari mulai pertengahan tahun 2015 namun peredarannya semakin menyebar pada tahun 2016. Zat sintetik cannabinoid yang dimasukkan juga beragam dimulai dari XLR-11 kemudian berubah menjadi AB-Chminaca, AB-Fubinaca dan sekarang yaitu FUB-AMB. 

Banyak pemakainya yang tidak menyadari bahwa tembakau gorilla ini sangat toksik jika dikonsumsi sehingga pemakainya akan mengalami kerusakan ginjal dan paru-paru yang parah. Efeknya yang melebihi ganja akan membuat efek withdrawl lebih kuat dibandingkan pemakai ganja.

Kemasan jual synthetic cannabinoid selain dalam campuran tembakau adalah dalam bentuk paket-paket herbal berupa daun-daunan. 

Zat synthetic cannabinoid tersebut bentuknya berupa serbuk yang kemudian dilarutkan dengan aceton atau alkohol kemudian disemprotkan pada daun-daunan tersebut, dikeringkan dan siap dikemas dalam bentuk kemasan herbal. (BNN)
Selengkapnya

Kue Dioplos Narkoba! Orang Tua Perketat Jajanan Anak

Posted by sulthan on Selasa, 19 Januari 2016

IndoDrugs - Berita penangkapan sekomplotan sindikat narkoba yang mencampurkan ganja dalam kue menyita perhatian masyarakat, khususnya para orang tua. Tidak sedikit para orang tua yang sangat khawatir jajanan anak-anaknya bercampur dengan racun nan berbahaya. Dengan merebaknya kasus ini, orang tua perketat awasi jajanan sang buah hati.

Bukti kuat sudah mencuat, di sebuah daerah di Jakarta, seorang anak tak sadarkan diri selama dua hari usai mengonsumsi kue berisi narkoba. Dari sinilah, pihak BNN terus bergerak untuk memburu para pelaku yang telah mengusik rasa tenang para orang tua. Hasilnya, BNN bisa membekuk seluruh pelaku yang memproduksi dan mengedarkan kue isi ganja ini pada Jumat (10/4) lalu.

SAY NO TO DRUS..!

Seperti dikutip dari pemberitaan media cetak, beberapa orang tua khususnya sang ibu mengaku resah dengan beredarnya kue-kue atau cokelat yang mengandung ganja. Mereka kini mengaku lebih berhati-hati untuk membeli makanan secara online, dan mengawasi jajanan sang anak yang biasa dikonsumsi baik di sekolah maupun di rumah.

Seorang ibu bahkan kini tidak membiarkan anak-anaknya membeli jajanan sembarangan karena takut ada campuran narkoba dalam makanan atau cemilan anak-anaknya.

Sebelum merebaknya kue brownies berisi ganja, para orang tua juga pada beberapa tahun lalu sempat dibuat deg-degan dengan maraknya permen berisi narkoba. Kini, ancaman itu datang lagi melalui kue berisi ganja.

Belajar dari kasus ini, tentu masyarakat harus semakin melek dan peduli bahwa narkoba mengintai dari segala penjuru. Sindikat terus memodifikasi modus operandinya dalam upaya melemahkan generasi bangsa. Narkoba diekstrak dan dikombinasikan dengan bahan makanan mungkin hanya satu dari ribuan tipu muslihat sindikat narkoba untuk menghancurkan bangsa.

Kini hal penting yang harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat adalah peka terhadap isu-isu yang bergulir khususnya terkait tentang narkoba. Para orang tua juga dituntut agar lebih melek dengan perkembangan media sosial yang bergerak sangat cepat dan masif.

Patut jadi bahan perhatian, kasus peredaran kue isi ganja terjadi melalui dunia maya dan media sosial. Pemerintah kini tak boleh hanya fokus dengan mencari situs-situs radikal yang mengarah pada tindakan teror akan tetapi juga harus dapat melacak situs yang menunjukkan kecenderungan mendukung penyalahgunaan dan peredaran narkoba. 

Situs tokohemp.com bisa jadi hanya salah satu dari sekian banyak situs yang menjadi media dalam menyuburkan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Jika situs lainnya tak terbongkar, dikhawatirkan akan terus memberikan dampak pengaruh pada generasi muda hingga membuat anak muda salah orientasi. (BNN)
Selengkapnya

10 Narkotika Paling Mematikan dan Berbahaya di Dunia

Posted by sulthan on Kamis, 21 Mei 2015

Menurut wikipedia, Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. 

Opium

Sementara itu, Pengertian Narkoba menurut Undang-Undang 35 Tahun Tahun 2009 adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan dalam golongan – golongan. Penjelasan lebih detil tetang Pengertian Narkoba dan Jenis-jenisnya. 


Tetapi yang populer dimasyarakat adalah Narkoba singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya. Pada dahulu kala masyarakat mengenal narkoba dengan istilah madat dan juga sebagai sebutan untuk candu atau opium. Opium yaitu suatu golongan narkotika yang berasal dari getah kuncup bunga tanaman Poppy yang banyak tumbuh di sekitar Thailand, Myanmar dan Laos (The Golden Triangle) maupun di Pakistan dan Afganistan.


Jenis-jenis narkoba yang ada sangat banyak, tapi ada beberapa yang dianggap paling "gila", karena efek samping yang ditimbulkannya sangat aneh bahkan super aneh. Anda jangan pernah mendekati obat-obat ini, apalagi ikut mengkonsumsinya. Jika ada keluarga dan sahabat yang mulai konsumsi narkoba, kamu harus tahu tips merangkul sahabat yang terjerumus narkoba. 

Dibawah ini sedikit informasi tentang jenis-jenis narkoba yang jarang dikenal dan dianggap paling "gila" di jagat raya. Semoga Indonesia perlahan-lahan bebas dari yang namanya obat-obatan terlarang dalam bentuk apapun. Berikut 10 jenis narkoba yang paling berbahaya dan mematikan di dunia dikutip lihat.co.id dari berbagai sumber. Supaya Anda tidak menjadi budak narkotika, setidaknya harus tahu jenis-jenis narkotika. Setelah tahu waspadai dan jauhi dan jangan pernah mendekatinya.

10. Zolpidem
Zolpidem (The Sleepwalking Pill) merupakan obat dengan potensi efek samping seperti tidur-berjalan, mengemudi saat tidur dan kadang-kadang muntah saat sedang tidur. Zolpidem, lebih dikenal sebagai alternatif obat tidur yang dikembangkan sebagai pengganti Valium. Untuk beberapa kasus, zolpidem dapat menyebabkan seseorang melakukan segala macam hal gila saat tidur.

9. Scopolamine
Skopolamin memiliki kemampuan untuk menyebabkan amnesia, dan banyak dimanfaatkan oleh penjahat khususnya di Kolombia. Skopolamin adalah obat yang menyebabkan amnesia dan sugesti. Yang benar-benar menakutkan tentang obat ini adalah bagaimana mudahnya untuk memerintah seseorang (mungkin kaya hipnotis gitu). 

Para pelaku kejahatan biasanya menggunakan obat ini untuk perampokan dengan cara meniupkan bubuk Skopolamin ke wajah korban, yang kemudian dengan senang hati mengosongkan rekening bank mereka atau membantu dalam merampok rumah mereka sendiri. Keesokan harinya, korban tidak tahu apa yang telah terjadi. Syukurlah, menurut sumbernya, skopolamin belum berhasil keluar dari Kolombia.

8. Nutmeg
Mungkin banyak dari agan-agan gak nyangka kalau buah Pala masuk dalam list , meskipun reputasinya yang sehat, sebenarnya buah pala dapat menyebabkan berhalusinasi. Yak, sesuatu yang sekarang mungkin ada di dapur kita masing-masing itu sebenarnya merupakan jenis narkoba yang dianggap “gila", di luar negeri sana, buah pala digunakan oleh orang-orang yang “kekurangan uang” untuk merasakan atau ingin berhalusinasi. 

Selain berhalusinasi, efek samping terhadap fisik juga ada gan, misalnya detak jantung berdebar dengan cepat, mulut kering, mual dan retensi urin. Hindari konsumsi berlebih dari buah pala gan, dan hindari juga konsumsi buah atau tumbuhan yang berpotensi menyebabkan berhalusinasi, seperti happy mushroom dan kecubung.

7. Human Growth Hormone (HGH)
Hormon pertumbuhan manusia atau HGH adalah hormon yang ditemukan pada manusia yang diperlukan untuk pertumbuhan. Banyak atlet yang menyuntikkan HGH ke dalam tubuhnya karena mereka percaya hal itu akan membantu pemulihan setelah pelatihan (meskipun buktinya hanya sedikit). Ada efek samping yang sangat gila”, yang disebut acromegaly. 

Acromegaly menyebabkan kulit menjadi lebih tebal, tangan dan kaki membengkak dan garis rahang menjadi lebih jelas yang menyebabkan celah antara gigi. HGH berasal dari hormon orang yang sudah meninggal (mayat). Praktek ini menyebabkan banyak kasus seperti penyakit Creutzfeldt - Jakob gangguan otak yang mirip dengan penyakit sapi gila.

6. The Hellish (Bromo-dragonfly)
Bromo-dragonfly atau versi super dari LSD. Bromo-dragonfly adalah obat yang diberi nama karena struktur molekulnya tampak seperti capung. Bromo-dragonfly kadang-kadang dijual sebagai LSD, karena dianggap memiliki dosis yang cukup rendah. Obat ini efek sampingnya lebih parah dari LSD. Sementara mengkonsumsi LSD efeknya hanya beberapa jam saja, tidak dengan Bromo-dragonfly, efeknya bisa sampai 3 hari. 

Efek “Gila” yang ditimbulkan seperti kejang, dan penyempitan pembuluh darah, atau dalam kasus yang berat,amputasi anggota tubuh duperlukan. Bromo-dragonfly juga memiliki julukan "dragged to hell and back again”.

5.The Anti-Pot (Rimonabant)
Para ilmuwan berpikir untuk membuat obat yang dapat mencegah lapar yang sangat setelah merokok ganja atau nyimeng, mereka membuat obat yang memiliki efek sebaliknya pada tubuh , obat itu bisa mengurangi rasa lapar dan lahirlah rimonabant, obat yang bekerja di tempat yang sama di otak seperti ganja tetapi memiliki efek sebaliknya. Strategi ini bekerja dan obat itu telah disetujui untuk menurunkan berat badan.

Rimonabant juga ditemukan memiliki efek berlawanan dengan gulma di daerah lain juga. Hal ini meningkatkan motilitas sperma, dan meningkatkan memori jangka pendek pada hewan. Sayangnya, obat ini memiliki beberapa efek samping yang cukup serius. Rimonabant ditarik dari pasar denga sangat cepat setelah terungkap kalau rimonabant dapat membuat orang depresi dan bunuh diri.

4. Super-Heroin (Etorphine)
Etorphine, 5000 kali lebih kuat dari heroin, dan manusia bisa overdosis hanya melalui kontak kulit. Heroin saja sudah mampu membuat manusia putus asa dan jatuh kedalam keadaan yang sangat buruk.

Jadi, kamu mungkin akan terkejut jika mengetahui kalau para ilmuwan mengembangkan obat yang 5000 kali lebih kuat dari heroin. Etorphine adalah obat yang bekerja dengan cara yang sama seperti heroin dan morfin, tetapi etorphine bisa langsung membunuh manusia . Etorphine hanya digunakan untuk membius hewan besar, 1/100 gram dapat melumpuhkan gajah. Kontak dengan kulit dapat cukup untuk menyebabkan overdosis pada manusia. Astagfirullah

3. DNP
DNP membakar lemak pada manusia dengan baik , hal itu menimbulkan naiknya suhu tubuh dan seperti “memasak” penggunanya dari dalam tubuh. 2,4- dinitrophenol atau DNP adalah obat yang digunakan untuk menurunkan berat badan di tahun 1930-an. Untuk menurunkan berat badan, kita biasanya melakukan diet yang sangat ‘menyiksa’, tapi dengan mengkonsumsi obat ini, kita tidak perlu lagi membatasi apa yang kita makan, atau melakukan diet yang lumayan menyiksa itu. 

Meskipun obat ini terdengar seperti penemuan terbaik yang pernah ditemukan, tapi ada kelemahannya. Obat itu produksinya dihentikan pada tahun 1938 karena orang-orang yang mengkonsumsinya mengatakan seperti “dimasak” dari dalam, dengan suhu tubuh secara besar-besaran dinaikkan, denyut jantung dan berkeringat, bahkan ada beberapa kasus meninggal setelah mengkonsumsi DNP.

2. Super Powerful Synthetic Marijuana
Dimethylheptylpyran adalah ganja yang dirancang oleh militer AS. Dosis 1 mg dapat membuat tentara tidak dapat melakukan tugasnya hingga 3 hari. Dari tahun 1950 hingga 1970-an militer AS memiliki proyek kecil, mereka akan memberikan tentara berbagai obat-obatan dan bahan kimia untuk melihat apa yang terjadi.

Salah satunya adalah ganja versi super ampuh yang disebut 'dimethylheptylpyran' atau DMHP. DMPH memberikan semua tanda-tanda klasik mengkonsumsi ganja seperti mata merah, rasa lapar dan lemas. Hanya dengan 0,0002 g DMHP bisa membuat orang cekikikan atau tertawa tidak jelas.

Pada dosis 1 mg tentara benar-benar tidak dapat melakukan tugasnya hingga 3 hari. Tentara bisa meyemprotkan obat ini ke pangkalan militer musuh, dan bisa melakukan apapun dipangkalan itu. Tapi pada akhir 1970-an penelitian dan produksi DMHP ini dihentikan karena disalah gunakan

1. Krokodil
Krokodil Drugs adalah obat murah yang diproduksi yang memiliki efek yang mirip dengan heroin, tetapi dengan efek samping menggerogoti daging penggunanya. Di Rusia, pecandu heroin yang sudah kebal terhadap efek sampingnya,akhirnya mereka menemukan cara yang lebih mudah dan jauh lebih mengerikan untuk mendapatkan ‘kepuasan’. (Baca: Krokodil Drugs yang Mematikan)

Obat yang disebut desomorphine (krokodil) ini memiliki efek yang mirip dengan heroin, hanya saja lebih “gila’. Efek samping dari mengkonsumsi obat ini adalah kulit bersisik seperti reptil dan menggerogoti daging (daging membusuk) Penggunaan yang lama dapat menyebabkan daging berwarna abu-abu dan busuk, kadang-kadang tulang juga ikut busuk.

Itulah 10 narkotika paling mematikan dan berbahaya di dunia, disamping ratusan jenis narkotika lainnya. Say No To Drugs.!!!
Selengkapnya

Apa itu Narkotika Jenis CC Four (CC4)

Posted by sulthan on Jumat, 24 April 2015

Apa itu Narkotika jenis CC Four atau CC4? Narkotika CC Four merupakan Narkotika jenis baru yang beredar di Indonesia, yang dikemas berbentuk lembaran jenis prangko pos. "Bahaya Narkotika jenis CC4 atau CC Four diperkirankan 10 kali lebih berbahaya dari Ekstasi dan Sabu". 

Diperkiran Narkotika jenis CC Four atau CC4 ini berasal dari benua Eropa, hal ini berdasarkan asumsi karena CC4 pada tahun 1960-an pernah diteliti di Eropa Timur dan Tengah. 

BNN sendiri sedang mempelajari CC4 yang ditemukan di Lapas Narkotika Cipinang oleh Direktoat IV TPN Mabes Polri dan berasil menyita ratusan lembar Narkotika CC4 dari narapidana Andre Syamsul Malik yang merupakan jaringan Fredy Budiman.

BNN juga belum dapat menyimpulkan secara pasti efek dan bahaya Narkotika jenis CC Four atau CC4, hal ini disebabkan narkotika jenis CC4 belum masuk dalam katalog 35 Narkoba jenis yang masuk ke Indonesia, dari 350 jenis Narkotika baru yang ditemukan di dunia.

Dari berbagai referensi menyebutkan, kalau jenis narkotika CC Four dapat memberikan efek samping dalam pelepasan enzim dopamin. [Baca: Cara Meningkatkan Hormon Dopamin]  

Dopamin adalah neurotransmiter yang membantu mengontrol pusat kepuasan dan kesenangan di otak, sehingaa membantu mengatur tindakan dan tanggapan emosional. Dopamin yang bekerja secara alami dalam tubuh manusia dapat meningkatkan kekuatan memompa jantung dan meningkatkan aliran darah ke ginjal melalui proses injeksi untuk mengobati kondisi tertentu, seperti tekanan rendah, trauma, operasi, gagal jantung, gagal ginjal, dan kondisi medis serius lainnya.

Dopamin memiliki efek dapat meningkatkan detak jantung ektopik, takikardia, angina, palpitasi, vasokonstriksi, hipotensi, dyspnea, mual, muntah, sakit kepala, dan lain-lain.

Hidup Sehat katakan Say No To Drugs....

Selengkapnya

Krokodil Drugs yang Mematikan

Posted by sulthan on Kamis, 05 Desember 2013

Krokodil Drugs adalah Narkotika ‘underground’ yang memiliki efek samping yang amat sangat buruk. Karena narkotika ini menyebabkan daging sang pengguna membusuk. Penggunaan jenis Narkotika ini sebagian besar di Rusia, meskipun pemerintah percaya bahwa Narkotika berbahaya ini telah melanda ke Eropa Barat setelah adanya laporan pelanggan dengan cacat kulit parah muncul di kafe obat Jerman. 

Krokodil drug berasal dari bahasa Inggris yaitu crocodile yang ber-arti buaya. Orang Indonesia menyebutnya krokodil. Apapun nama atau sebutan, yang jelas barang tersebut sangat berbahaya.


Mengapa disebut Krokodil?


Sebenarnya cukup sederhana, ia memperoleh julukan reptil dengan mengubah kulit sang pengguna bersisik, mengerogotinya dari dalam, dan otak dan anggota badan membusuk, sebelum membunuh korban dengan kematian yang menyakitkan. “Video mengerikan tentang efek samping Krokodil dapat Anda temukan di YouTube, dimana anggota tubuh penggunanya membusuk dengan luka terbuka sampai ke tulang". Jangan coba-coba ya...


Krokodil itu terbuat dari apa?


Krokodil dibuat dari campuran berbagai bahan seperti kodein, bensin, thinner, asam klorida, dan fosfor merah. Adalah asam klorida yang menyebabkan kerusakan pada kulit. Salah satu alasan orang membuatnya karena obat dapat dibuat di rumah, dengan biaya yang murah tanpa memerlukan laboratorium mewah.


Mengapa obat tersebut begitu adiktif..?


Krokodil merupakan alternatif yang sangat murah untuk menggantikan harga heroin yang mahal, karena obat ini hanya menghabiskan biaya 6 sampai 8 dolar (Rp 50ribu-70ribu) per injeksi, dibandingkan dengan biaya heroin sebesar 150 dolar (Rp 1,3juta) sekali suntik. Dan zat aktif obat ini yaitu desomorphine, adalah 8 sampai 10 kali lebih kuat daripada morfin (yang digunakan dalam heroin). 


Pengguna yang mencoba berhenti biasanya karena sakit yang luar biasa, dan mempunyai kemauan yang sangat besar untuk sukses berhenti dari obat ini. Pecandu Krokodil biasanya hanya hidup selama tiga tahun setelah mulai menggunakannya, dimana banyak dari mereka meningal dalam tahun pertama.


Sejarah ditemukannya Krokodil Drug


Krokodil drug pertama kali ditemukan di Rusia. Hal ini sangat wajar karena Rusia merupakan negara pengguna Narkoba terbanyak di dunia. Namun, pemerintah Russia berhasil menekan pertumbuhan dan pengedaran Narkoba.


Krokodil drug ini sebenarnya timbul akibat dari sulitnya ditemui Narkoba jenis heroin dan kalau pun ada, harganya sangat mahal. Nah, untuk itu timbullah ide kreatif dari para junkers (pecandu narkoba) untuk meracik obat berbahaya tersebut.


Krokodil drug ini sendiri merupakan sebutan orang Rusia untuk Narkoba jenis desomorfin buatan sendiri. Krokodil merupakan zat adiktif pengganti heroin yang sangat terkenal di Rusia. Efeknya yang 8-10 kali lebih kuat dari morfin (zat sama yang digunakan dalam heroin).


Harganya pun tergolong sangat murah. Hanya dengan bermodal 2 poundsterling atau sekitar Rp 30.000, maka sudah dapat menikmati satu bungkus krokodil drug. Hal ini dikarenakan bahan-bahannya mudah didapat.


Senyawa yang Terkandung dalam Krokodil Drug


Krokodil adalah narkoba yang terbuat dari campuran senyawa, yang digunakan dalam proses pembuatan desomorfin. Narkoba itu tidak disaring, sering mengandung konsentrasi tinggi yodium, yang dapat mengganggu sistem endokrin. Adapun bahan dasar dari krokodil drug ini sangat sederhana sekali yaitu Iodine, Codein, Asam Klorida, Fosfor Merah dan Bensin.


Efek Penggunaan Krokodil Drug


Krokodil sama seperti narkoba jenis lainnya yang dapat menimbulkan efek berkurangnya kesadaran serta dapat membuat halusinasi yang tinggi. Narkoba jenis krokodil juga dapat menyebabkan gangguan otot, fosfor, jaringan tulang, dan admixtures berbahaya logam berat seperti seperti besi, seng, timah dan antimony. Hasilnya, sistem saraf, ketidakseimbangan mineral, dan radang hati dan ginjal terganggu.


Menurut The Independent, efek samping pertama kulit akan berubah menjadi kehijauan dan bersisik seperti buaya. Ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah dan kematian jaringan disekitarnya.


Efek yang paling mengerikan dari penggunaan krokodil drug ialah daging beserta kulit pengguna akan jatuh seperti meleleh dari tubuh. Tak hanya itu, pengguna juga dapat mengalami pneumonia, keracunan darah, kerusakan arteri bahkan meningitis.


Cara Mengatasi Efek Krokodil Drug


Efek krokodil drug memang sangat mematikan. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan cara amputasi. Tidak ada cara lain selain mengamputasinya. Jika tidak diamputasi maka kulit pengguna akan semakin meleleh dan akan menyebar secara cepat.


Anda dapat mencarinya di google tentang foto dan video di yutube mengenai krokodil drug dengan kata kunci “Krokodil Drug” atau “Crocodile Drug“. Setelah melihat foto atau video dan Anda mengetahui efek dari krokodil drug, Anda akan mengambil sebuah kesimpulan.....? 


Kalau saya berkesimpulan Krokodil Drug mempercepat kematian dengan ganas dan menjijikkan. Oleh karena itu, jauhi Krokodil Drugs karena dapat mempercepat kematian Anda. "Stop Narkoba"

Writer; Sumadi Arsyah / dari berbagai sumber / Foto; io9.com
Selengkapnya

Ganja Menurut UU 35 Tahun 2009

Posted by sulthan on Kamis, 06 Juni 2013

IndoDrugs - Ganja atau dalam bahasa latin disebut Cannabis Sativa adalah tanaman yang mengandung senyawa psikoatif yaitu Tetrahidrocanabinnol(THC).

Hasil dari berbagai penelitian tentang efek bahaya Ganja (Cannabis Sativa) sudah cukup banyak dipublikasikan, diantaranya bahaya ganja terjadi peningkatan gejala psikotik (gangguan jiwa), berkurangnya kemampuan kognitif, dan terjadi efek fisiologis lainnya.

Menurut Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ganja termasuk dalam dalam golongan I (satu) dan hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembagan ilmu pengetahuan da tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Selengkapnya

Jenis - Jenis Narkotika

Posted by sulthan on Minggu, 02 Juni 2013

Inilah jenis-jenis Narkotika yang harus Anda ketahui, waspadai dan jauhi.  

SHABU (Ubas, Sabu, SS, Ice, Kristal, Mecin) 

Nama asli dari Shabu adalah Methamphetamine, yang berbentuk kristal seperti gula. Disebut juga dengan julukan Ice karena berbentuk kristal, tidak mempunyai warna maupun bau.

Shabu mempunyai pengaruh yang kuat terhadap syaraf karena bekerja dengan cara menstimulir susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan efek euforia, peningkatan suasana/mood, percaya diri, dan bertambahnya daya konsentrasi.

Cara mengkonsumsi shabu adalah dengan membakarnya di atas sebuah Aluminium Foil sehingga mengalir dari ujung yang satu ke ujung yang lain. Kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah bong (sejenis pipa yang dalamnya berisi air).

Air bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut. Cara mengkonsumsi shabu bisa dengan cara dihisap, dihirup, disuntikkan, atau ditelan.


OPIUM (Papaver Somniferum; Candu)

Opium berasal dari bunga Papaver Somniferum yang sudah ditemukan sejak tahun 2000 SM di Samaria. Bunga ini tumbuh subur di dataran tinggi di atas ketinggian 500 meter dari atas permukaan laut. Penyebarannya meliputi India, Cina, dan wilayah-wilayah Asia lainnya. Paling sedikit terdapat 20 alkoloid yang dapat diambil dari opium.

Ada dua golongan Opium dengan akibat yang berbeda. Yang pertama Alkoloid Phenanthrene, contohnya Morfin dan Codein yang banyak digunakan sebagai analgesik dan penenang batuk.

Jenis kedua adalah Alkoloid Isoguinoline seperti Papaverin (relaksan usus) dan Noscapine (penenang batuk) yang tidak berpengaruh terhadap sistem syaraf pusat. Jenis yang banyak disalahgunakan adalah jenis opium Alkoloid Phenanthrene. 


MORFIN (Morphine)

Morfin adalah hasil olahan dari opium atau candu mentah dan merupaka Alkaloida yang terdapat dalam Opium berupa serbuk putih. Konsumsi morfin biasanya dilakukan dengan cara dihisap atau disuntikkan. Karena Morfin tergolong dalam jenis depresan, maka ia bekerja dengan cara menekan susunan syaraf pusat, menyebabkan turunnya aktifitas Neuron, pusing, perubahan perasaan dan kesadaran berkalut. Konsumsi morfin secara kontinyu memiliki resiko tinggi berujung kematian.

Berikut ciri-ciri fisik gejala putus zat yang disebabkan oleh Morfin :

1. Pilek-pilek sampai bersin
2. Suhu badan meningkat tajam
3. Mual
4. Muntah
5. Diare dan
6. Insomnia

Jika Morfin tidak diberikan akan menyebabkan perasaan sakit secara fisik diantaranya rasa sakit dan pegal otot di punggung, kaki, sampai di seluruh tubuh yang disertai dengan rasa gelisah, kejang-kejang kecil, dan lemas. Gejala dapat ditemui dalam waktu 6-8 jam, dengan puncak gejala yang akan terjadi pada hari ke-2 atau hari ke-3. Lamanya rasa sakit fisik akan keadaan putus zat ini biasanya berlangsung antara 7-10 hari.

OPIOIDA (Opioid; Opiat)

Nama sekelompok zat yang berasal dari tumbuhan Papaver Somniforum (popi) yang merupakan sumber utama dari narkotika non sintesis. Golongan Narkotika alamiah semi sintetik atau sintetik yang mempunyai khasiat farmakologi mengurangi atau mematikan rasa nyeri (analgesik).

Opioda juga digunakan untuk opiat, yaitu suatu preparat atau derivasi dari Opium dan narkotik sintetik yang kerjanya menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium.

Opioda alami lain, atau opiat yang disintesis dari opiat alami adalah Heroin (Diacethylmorphine), Kodein (3-Methoxymorphine), dan Dilaudid (Hydromorphine). 


HEROIN (Diacetil Morfin; Smack; Dope; Horse; Putauw; PT)

Merupakan jenis Opioda semi sintetik berupa serbuk putih, butiran, cairan dan berasa pahit. Cara pemakaian heroin bisa dilakukan dengan berbagai cara :
  • Dragon, dengan cara dihisap dengan bibir melalui gulungan kertas atau plastik di atas aluminium foil yang dipanaskan.
  • Sniffing, dengan cara dihirup melalui lubang hidung.
  • Puff, dengan cara dimasukkan ke dalam rokok tembakau.
  • Injection atau suntikan.
Seseorang yang mengkonsumsi Heroin akan menunjukkan gejala-gejala seperti :
  • Tenang
  • Sedikit Apatis
  • Euforia
  • Berkurangnya tingkat kesadaran
  • Mual, Muntah
  • Bicara Cadel
Pemakaian Heroin dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kematian. Semoga berguna.

Writer: Sumadi Arsyah / Dbs

Selengkapnya

Pengertian Narkoba dan Jenis-Jenisnya

Posted by sulthan


Pengertian Narkoba menurut Undang-Undang 35 Tahun 2009 adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan dalam golongan – golongan.

Tetapi yang populer dimasyarakat adalah Narkoba singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya. Pada dahulu kala masyarakat mengenal narkoba dengan istilah madat dan juga sebagai sebutan untuk candu atau opium. Opium yaitu suatu golongan narkotika yang berasal dari getah kuncup bunga tanaman Poppy yang banyak tumbuh di sekitar Thailand, Myanmar dan Laos (The Golden Triangle) maupun di Pakistan dan Afganistan.

Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi).

Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial.

Golongan Psikotropika adalah zat atau obat baik alami maupun sintetis namun bukan Narkotika yang berkhasiat aktif terhadap kejiwaan (psikoaktif) melalui pengaruhnya pada susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan perubahaan tertentu pada aktivitas mental dan perilaku setiap orang yang menggunakannya.

Menurut UU No 12 Tahun 1997, yang disebut dengan Narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis.Zat tersebut menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, menghilangkan rasa, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan (adiktif).

Beberapa Jenis - Jenis Narkoba

Adapun jenis Narkoba yang sering disalahgunakan seperti Morfin, Heroin (Putauw), Petidin, termasuk Ganja atau Kanabis, Mariyuana, Hashis dan Kokain.

Sedangkan jenis Psikotropika yang sering disalahgunakan adalah Amfetamin, Ekstasi, Shabu, obat penenang seperti Mogadon, Rohypnol, Dumolid, Lexotan, Pil Koplo, BK, termasuk LSD, dan Mushroom.

Sementara itu, yang disebut Zat Adiktif lainnya yaitu bahan/zat bukan Narkotika & Psikotropika seperti Alkohol, Etanol atau Metanol, Tembakau, Gas yang dihirup (Inhalansia) maupun Zat Pelarut (Solven). Say No To Drugs

Writer; Sumadi Arsyah

Selengkapnya