Cara Meningkatkan Hormon Dopamin

Posted by sulthan on Jumat, 24 April 2015

Kopi hitam rasanya tetap pahit
Otak Anda melepas hormon dopamin secara alami untuk membuat Anda nyaman dan senang. Aliran dopamin itu merupakan respon terhadap aktivitas menyenangkan seperti makan atau aktivitas seksual. Di sisi lain, kalau kekurangan dopamin, Anda merasa lesu, depresi, dan tidak tertarik untuk hidup. Berikut beberapa metode meningkatkan kadar dopamin ketika Anda merasa redup.

1. Melalui Makanan

Pertama: Melalui makanan yang kaya tirosin. Untuk memproduksi dopamin, tubuh Anda butuh tirosin. Usai sejumlah sintesis dan proses teknis lainnya, dopamin diubah jadi "energi bahagia". Almond, alpukat, pisang, olahan susu rendah lemak, daging, dan unggas, kacang lima, wijen, dan biji labu bisa membantu tubuh Anda memproduksi lebih banyak dopamin.

Fenilalanin berfungsi sama seperti tirosin. Asam amino yang satu ini terkandung dalam produk kedelai seperti tofu, ikan, olahan susu, dan daging. Tapi, banyak olahan susu dan daging yang juga berlimpah kalori dan lemak. Awasi asupan kalori Anda saat memilih menu yang kaya dopamin ini.

Kedua: Melalui tambah asupan antioksidan. Dopamin mudah teroksidasi, sementara antioksidan mengurangi radikal bebas yang merusak sel-sel otak penghasil dopamin. Banyak buah-buahan dan sayuran yang kaya antioksidan, antara lain:

  • Beta-karotin dan karotinoid: sayuran dan buah-buahan berwarna hijau dan oranye, asparagus, brokoli, lobak merah
  • Vitamin C: merica, jeruk, stroberi, kembang kol, kubis Brussels
  • Vitamin E: kacang-kacangan dan biji bunga matahari, sayur-sayuran hijau, brokoli, wortel.
Ketiga: Hindari makanan yang menghambat fungsi otak. Antara lain makanan kalengan, tepung putih olahan, kolesterol, kafein, dan lemak jenuh. Ketika Anda kecanduan sesuatu (termasuk kopi!), reseptor dopamin butuh lebih banyak dan lebih banyak lagi untuk terpicu. Junk food juga bisa membuat Anda kecanduan!

Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa terlalu banyak makan junk food membuat Anda pening? Ya. Makanan seperti itu menghambat produksi dopamin, membuat Anda merasa lemas dan tidak bisa menikmati momen-momen kehidupan. Pastikan menu makanan Anda kaya buah-buahan, sayuran, olahan susu rendah lemak, dan daging. Ini cara paling efektif menjaga kesehatan mental.

2. Melalui Gaya Hidup

Pertama: Lakukan olahraga teratur. Olahraga meningkatkan kalsium darah, yang merangsang produksi dopamin dan penyerapannya di otak. Cobalah 30 hingga 60 menit jalan kaki, berenang, atau lari untuk meningkatkan kadar dopamin Anda.

Olahraga juga meningkatkan endorfin. Tertawa atau meregangkan tubuh bisa mempercepat produksi endorfin, yang efeknya mirip dengan dopamin. Tapi, kadar endorfin terlalu tinggi juga berbahaya; hormon yang satu ini termasuk penghambat rasa sakit.
Kedua: Tidurlah yang cukup. Salah satu cara terbaik untuk menjadi energik dan siap menghadapi hari adalah tidur. Dopamin terkait erat dengan siaga. Agar Anda selalu siaga, tidurlah 7 hingga 8 jam tiap malam.

Atau jangan tidur sama sekali. Kalau Anda ingin dopamin meningkat tapi tidak butuh merasa senang, kadar dopamin naik seiring kurangnya tidur. Anda akan merasa lelah, pening, dan lekas marah, tapi dopamin dijamin melonjak.

Ketiga: Capai target baru. Dopamin adalah kesenangan belaka. Zat kimia di otak yang hedonis, pastinya. Untungnya, yang perlu Anda lakukan hanyalah melatih otak. Makan donat ataupun memperoleh gelar doktoral, mencapai sebuah target akan mengaktifkan pusat kesenangan di otak Anda.

Target yang tercapai itu tidak harus berskala besar. Mulailah menetapkan aktivitas harian yang kecil-kecil sebagai target. Sanggupkah Anda melewati tadi pagi tanpa membuka Facebook sama sekali? FANTASTIS! Anda berhak mendapat hadiah karena tujuan telah tercapai!

3: Suplemen, Obat, dan Lain-Lain
Satu: Konsumsi suplemen. Beberapa dokter menyarankan suplemen vitamin B6 dan L-Fenilananin untuk meningkatkan dopamin dalam otak. Anda bisa membelinya di apotek terdekat. Fenetilamin, bahan yang terkandung dalam cokelat, juga menawarkan efek serupa. Lebih dari itu, Fenetilamin menyediakan manfaat terapeutik terkait penurunan berat badan. Anda bisa memesannya di internet. Tapi konsultasikan dulu dengan dokter Anda.

Kedua: Konsumsi obat penambah dopamin. Tergantung gejala yang muncul, dokter Anda bisa meresepkan obat-obatan yang meningkatkan kadar dopamin. Dia pasti tahu kelebihan dan kekurangan tiap obat serta memandu Anda dengan benar.

ADHD: Kalau Anda sulit memusatkan atensi ke tugas-tugas dan mengalami hiperaktivitas, dokter bisa meresepkan psikostimulan seperti Ritalin untuk merangsang produksi dopamin di otak Anda.

Depresi: Kadar dopamin yang terlalu rendah kadang berkaitan dengan depresi. Tanyakan pada dokter soal perlunya mengonsumsi antidepresan kalau metode-metode alami gagal meredakan gejala energi rendah yang Anda alami.

Penyakit Parkinson: Para pengidap penyakit Parkinson kerap mengalami gerakan tubuh yang tidak terkendali. Peningkat dopamin bernama levodopa biasanya diresepkan untuk mereka.

Ketiga: Pertimbangkan solusi lebih drastis. Kalau Anda hanya ingin mencerahkan hari atau menambah sedikit energi, alternatif ini kurang tepat bagi Anda. Tapi, sekadar informasi, ada sejumlah strategi lebih serius yang bisa Anda pilih untuk meningkatkan kadar dopamin. Tentunya, semua strategi itu hanya boleh dilakukan kalau Anda berada dalam pengawasan psikolog atau psikiater.

Strategi tertentu seperti ECT (electro-convulsive therapy, yang dulu dianggap kurang aman, namun kini mulai populer lagi) terbukti efektif meningkatkan kadar dopamin. Kalau obat-obatan kurang manjur bagi Anda, cara-cara lain bisa Anda coba. Konsultasikan dulu dengan dokter Anda. [sumber: id.wikihow]
Selengkapnya

Apa itu Narkotika Jenis CC Four (CC4)

Posted by sulthan

Apa itu Narkotika jenis CC Four atau CC4? Narkotika CC Four merupakan Narkotika jenis baru yang beredar di Indonesia, yang dikemas berbentuk lembaran jenis prangko pos. "Bahaya Narkotika jenis CC4 atau CC Four diperkirankan 10 kali lebih berbahaya dari Ekstasi dan Sabu". 

Diperkiran Narkotika jenis CC Four atau CC4 ini berasal dari benua Eropa, hal ini berdasarkan asumsi karena CC4 pada tahun 1960-an pernah diteliti di Eropa Timur dan Tengah. 

BNN sendiri sedang mempelajari CC4 yang ditemukan di Lapas Narkotika Cipinang oleh Direktoat IV TPN Mabes Polri dan berasil menyita ratusan lembar Narkotika CC4 dari narapidana Andre Syamsul Malik yang merupakan jaringan Fredy Budiman.

BNN juga belum dapat menyimpulkan secara pasti efek dan bahaya Narkotika jenis CC Four atau CC4, hal ini disebabkan narkotika jenis CC4 belum masuk dalam katalog 35 Narkoba jenis yang masuk ke Indonesia, dari 350 jenis Narkotika baru yang ditemukan di dunia.

Dari berbagai referensi menyebutkan, kalau jenis narkotika CC Four dapat memberikan efek samping dalam pelepasan enzim dopamin. [Baca: Cara Meningkatkan Hormon Dopamin]  

Dopamin adalah neurotransmiter yang membantu mengontrol pusat kepuasan dan kesenangan di otak, sehingaa membantu mengatur tindakan dan tanggapan emosional. Dopamin yang bekerja secara alami dalam tubuh manusia dapat meningkatkan kekuatan memompa jantung dan meningkatkan aliran darah ke ginjal melalui proses injeksi untuk mengobati kondisi tertentu, seperti tekanan rendah, trauma, operasi, gagal jantung, gagal ginjal, dan kondisi medis serius lainnya.

Dopamin memiliki efek dapat meningkatkan detak jantung ektopik, takikardia, angina, palpitasi, vasokonstriksi, hipotensi, dyspnea, mual, muntah, sakit kepala, dan lain-lain.

Hidup Sehat katakan Say No To Drugs....

Selengkapnya

Mantan Penyerang Inter Milan, Adriano Dituduh Terkait Geng Narkoba

Posted by sulthan on Minggu, 09 November 2014

IndoDrugs - Salah seorang pemain sepak bola yang pernah dianggap merupakan salah satu penyerang terbaik di dunia, Adriano sedang dirundung masalah.

Mantan penyerang Inter Milan itu dituduh terkait dengan geng narkotika gara-gara membeli sebuah sepeda motor yang pernah digunakan seorang gembong narkoba mengantarkan barang haram itu di kota Rio de Janeiro.

Jaksa penuntut mengklaim sepeda motor yang dibeli Adriano pada 2008 itu terdaftar atas nama ibunda Paulo Rogerio de Souza Paz, seorang gembong pengedar narkoba yang dikenal dengan nama jalanan Mica, seperti dilansir dari laman bola kompas, Sabtu (12/04/2014)

Sepeda motor itu, klaim polisi, digunakan untuk mendistribusikan narkoba di salah satu kawasan kumuh kota Rio de Janeiro yang saat itu dikendalikan kelompok kriminal Red Command.

Menurut BBC, tuduhan terhadap Adriano (32) sudah muncul pada 2010. Namun, pesepak bola internasional itu membantah semua tuduhan.

Adriano, yang juga pernah memperkuat Parma, Fiorentina dan AS Roma itu dijadwalkan terbang kembali ke Brasil pada Selasa (3/11/2014) malam. Dikabarkan jaksa tidak meminta polisi menahan Adriano namun dia meminta agar paspor pria itu ditahan.

Adriano sempat dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik di dunia. Dia pernah menjuarai Serie A bersama Inter Milan sebanyak empat kali.

Selama memperkuat Inter Milan pada 2004-2009, Adriano mencetak 47 gol dalam 115 penampilannya bersama La Beneamata. Sementara bersama timnas Brasil, Adriano mencetak 27 gol selama 48 kali berseragam timnas.

Terakhir kali Adriano memperkuat klub Liga Brasil Atletico Paranaense namun kontraknya diputus setelah bergabung kurang dari setahun. Kini Adriano tengah mencoba kembali menata kariernya dengan memperkuat klub divisi dua Liga Perancis, Le Havre.

Source foto: article.wn.com
Selengkapnya

Tips Mengenal Ciri-ciri Anak Pengguna Narkoba

Posted by sulthan on Kamis, 30 Oktober 2014

IndoDrugs - Peredaran dan penyalahgunaan narkoba dikalangan anak-anak, pelajar hingga remaja terus meningkat. Tentu saja fenomena ini merupakan mimpi buruk bagi orangtua. Masa depan berantakan atau nyawa melayang bisa menjadi taruhannya. Terkadang orang tua tak sadar anaknya terkena narkoba. Lantas bagaimana ciri-ciri anak terjerat narkoba?

Narkoba atau Napza yang berarti narkotika, psikotropika dan zat aditif merupakan zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Selain menimbulkan kecanduan, efek jangka panjang penggunaan narkoba bisa menyebabkan berbagai macam penyakit mematikan seperti ginjal, lever, paru-paru dan jantung. Bahkan dampak dari narkoba ini secara berlebihan bisa menyebabkan kematian.

Macam-Macam Narkoba yang Sering digunakan oleh Pemakai

Adapun beberapa macam narkoba dan golongan narkoba yang sering digunakan oleh pemakai narkoba/narkotika, diantaranya:
  1. Depresan: Contohnya morfin, heroin dan putaw. Bahan narkoba jenis ini bisa menekan system-sistem saraf pusat sehingga pemakai akan merasakan ketenangan sesaat atau tertidur serta tak sadarkan diri.
  2. Stimulant: Contohnya kafein, kokain, amphetamine, sabu-sabu dan ekstasi. Narkoba jenis ini berkerja secara cepat untuk merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan yang tinggi.
  3. Halusinogen. Contohnya mariyuanan, ganja dan LSD (lysergic Acid Diethylamide). Narkoba jenis ini bisa mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Pemakai akan merasakan ketenangan luar biasa dilanjutkan dengan imajinasi tinggi yang bisa mengakibatkan perilaku tidak wajar.
Selain itu ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang remaja terlibat penyalahgunakan narkoba, diantaranya adalah:

Faktor stress: Anak-anak bisa mengalami depresi jika mendapatkan tekanan yang bertubi-tubi. Terkadang orangtua tidak mempedulikan keinginan melakukan apa yang disukai seorang anak. Apalagi jika orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusan pribadinya. Situai inilah yang membuat anak lari menggunakan narkoba untuk mencari ketenangan sesaat.

Teman pergaulan: Menurut piyoto Subur, petugas lapangan KIOS, hasrat seseorang anak yang selalu ingin tahu dan mencoba hal-hal baru ditambah lingkungan pergaulan yang sudah lebih dulu menggunakan narkoba biasa membuat mereka ikut terjerumus.

CIRI-CIRI

Seringkali orangtua tidak menyadari anaknya terlibat penyalahgunaan narkoba. Mereka biasanya baru sadar jika anak mengalami over dosis. Sebagai orang tua, upaya pencegahan masih bisa dilakukan salah satunya dengan mengenali sejak dini penyalah gunaan narkoba pada anak.

Seperti apa gejalanya? Dijelaskan A. Kasandra Putranto, psikolog dari Kasandra Associates Jakarata, ada beberapa ciri fisik dan perilaku yang bisa dilihat jika anak sudah terlibat penyalahgunaan narkoba. 

Berikut ciri fisik serta dampaknya jika seseorang tekena narkoba:
  • Mata merah. Ini menjadi cirri fisik yang paling sering terjadi untuk semua jenis pemakaian narkoba.
  • Bau badan. Biasanya pemakai berkeringat dan memiliki bau badan khas atau menyengat. Mereka yang memakai putaw biasanya jarang mandi dan baju yang dipakai itu-itu saja. Selain itu rambut lebih terlihat berminyak dan mudah rontok.
  • Pernapasan lambat dan dangkal. Hal ini menyebabkan pemakai mengambil napas cepat seperti setelah berolahraga.
Selain ciri fisik, ada juga perilaku yang mengindikasikan seseorang mulai menggunakan narkoba, diantaranya:
  • Aktivitas tidur terganggu. Pengguna narkoba biasanya sering tidur atau bermalas-malasan sepanjang hari atau sebaliknya.
  • Perubahan perilaku makan dan minum. Mereka bisa menjadi seseorang yang tidak menyukai makan atau makan secara berlebih.
  • Menjadi pribadi emosional dan sensitive. Pemakai narkoba lebih cepat tersinggung. Kesalahan kecil dari orang lain dianggap sebagai masalah besar yang mengganggu kepentingannya.
  • Kekacauan cara berpikir. Bagi mereka yang rutin menggunakan obat terlarang, biasanya cara berpikirnya kacau dan sulit berkonsentrasi.
  • Perubahan peer. Lingkungan pergaulan mereka lama-lama akan berubah drastis
  • Kebutuhan uang bertambah. Pemakai narkoba biasanya mulai merongrong keluarga untuk menyediakan sejumlah uang untuk membayar sesuatu.
Mengatasi

Jika buah hati tercinta sudah terjerat dalam penyalahgunaan narkoba. Anda tak perlu bersikap tertutup. Sebaiknya hubungi orang yang ahli di bidang upaya penanggulangan narkoba seperti dokter, konselor dan praktisi narkoba. Selain itu pengobatan detoksifikasi untuk menghentikan kecanduan narkoba harus dilakukan agar zat yang membahayakan tubuh bisa dibersihkan secara bertahap.

Meskipun demikian, pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sangat tepat diterapkan untuk mencegah anak terlibat penyalahgunaan narkoba. Peran serta orang tua di rumah diharapkan menjadi pondasi utama membentuk kepribadian seorang anak. 

Orang tua wajib memberikan pengetahuan dan bahaya dari penggunaan narkoba sedini mungkin terhadap anak-anaknya. Sehingga tanpa dilarang atau diberi ancaman, mereka akan menyadari bahaya yang akan terjadi di kehidupannya baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang. 

Source: pantirehab
Selengkapnya

Tips Mengetahui Anak Terlibat Narkoba atau Tidak

Posted by sulthan on Rabu, 29 Oktober 2014

IndoDrugs - Komponen terpenting dalam penanganan masalah narkoba adalah orang tua. Oleh karena itu, setiap orang tua harus senantiasa memberikan perhatian yang kuat kepada anak-anak, agar mereka tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Ungkapan yang sering kita dengar, "mencegah lebih baik dari pada mengobati". 

Berikut beberapa tips bagi orang tua untuk mengenali apakah anak kita sudah terlibat narkoba atau tidak. 

Ciri-ciri anak yang sudah menggunakan narkoba jenis shabu dan ekstasi; sebagai berikut:
  • Adanya lubang kecil dan bercak darah di lipatan baju
  • Suka membawa-bawa jarum suntik
  • Adanya korek api yang ujungnya sudah dibuang
  • Dikamar sering ada botol plastik dengan tutupnya sudah dilobangi
  • Adanya pipet bekas di kamar tidur anak
Jika ditemukan gejala-gejala diatas, segera rangkul mereka dan ajaklah anak untuk berdiskusi serta menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi. Semoga berguna
Selengkapnya

Tips Merangkul Sahabat Terjerumus Narkoba

Posted by sulthan

Seperti kalimat yang sering kita dengar. “Sahabat yang baik akan ada disaat-saat kita sedang dalam suka maupun duka”. Apabila ada dari sahabat kita yang terlanjur menjadi korban penyalahgunaan narkoba jangan ditinggalkan. Kita sebagai sahabatnya membantunya, agar dia cepat pulih dan kembali dalam kehidupan yang normal.

Sebagai sahabat, kita harus membantunya untuk membebaskan diri dari kecanduan narkoba, jangan malah meninggalkannya. Berikan ia support untuk kesembuhannya, agar ia bisa kembali ke lingkungan masyarakat dan keluarganya. “Korban narkoba bukanlah penjahat, ia hanyalah korban. Sebagai korban maka ia harus diselamatkan”.

Berikut beberapa tips untuk menjalin suatu persahabatan yang baik dengan sahabat kita yang terlanjur menjadi korban penyalahgunaan narkoba :
  • Ingatlah pada sunatullah kehidupan, dengan berlaku baik kepada orang lain, orang lain akan berbuat baik kepada kita. Begitu juga, kalau kita bisa menghormati orang lain,orang lain pasti akan menghormati kita.
  • Sadarlah bahwa tiada siapapun yang sempurna, setiap orang mempunyai sifat-sifat yang berbeda. Menerima kekurangan antara satu sama lainnya adalah kunci persahabatan yang baik.
  • Hargai pendapat satu sama lain. Berikan kesempatan kepada sahabat kamu untuk berbicara dan menyampaikan sesuatu dengan komunikasi yang nyaman. Karena kenyamanan sangat mahal nilainya.
  • Sadarlah bahwa kawan karibpun tidak dapat bersama kita dalam 24 jam. Oleh karena itu, binalah silaturahmi dengan baik dan jangan memutuskan silaturahmi. Memutus silaturrahmi dilarang dalam agama.
  • Berdiskusilah dengan sahabat kamu untuk memecahkan masalah dan hormati keputusannya walaupun kamu tidak setuju. Karena setiap masalah ada solusinya.
  • Jangan biarkan faktor luar, seperti tekanan hidup (stress) merenggangkan persahabatan Anda. Kawan yang baik akan membantu melepaskan masalah Anda, walaupun tidak menyelesaikan masalah. Paling tidak sesak di dada sahabat kamu, sedikit udah plong atau lega. 
  • Jangan gunakan sahabat hanya untuk kepentingan kamu saja.
  • Tolong sahabat kamu yang tertimpa masalah dan luangkan waktu untuk mendengar keluhan dan kerepotan dia. 
  • Belajar satu sama lain. Jangan menjelek-jelekan (ngerasani) di belakang kawan Anda, karena sejelek apapun, dia tetap kawan kamu yang sewaktu-waktu kamu akan membutuhkan dia.
  • Pilih kata-kata Anda dengan bijaksana karena perkataan yang kasar akan mencoreng hati teman kamu, ingat lidah adalah singa bagi pemiliknya, dengan lidah kamu bisa selamat dengan lidah pula kamu bisa tertekam.
Semoga berguna, bermanfaat, dan selamat mencoba.
Selengkapnya

Google Rayakan 100 Tahun Dokter Jonas Salk

Posted by sulthan on Senin, 27 Oktober 2014



Sosok yang tampil di Google Doodle hari adalah Jonas Salk, seorang peneliti medis yang mengembangkan vaksin polio yang aman digunakan oleh anak-anak. Karena karyanya yang luar biasa, ia dijuluki bapak penyelamat anak-anak dari serangan virus polio yang mematikan. Karena virus ini telah membunuh anak-anak lebih dari penyakit menular lainnya. 

Sejarah Virus Polio

Poliomyelitis berasal dari kata Yunani, polio berarti abu-abu, yang myelon yang bersifat saraf perifer, sering juga disebut paralis infatil. Poliomielitis atau sering disebut polio.
Sekola Dasar Jonas Salk/Image: www.newson6.com

Sejarah penyakit ini diketahui dengan ditemukannya gambaran seorang anak yang berjalan dengan tongkat dimana sebalah kiri mengecil pada lukisan artefak Mesir Kuno tahun 1403-1365 sebelum masehi.

Virus polio ini pada awal mulanya ditemukan oleh Heine Medin pada tahun 1840. Virus polio, termasuk dalam familia Picornaviridae dan merupakan penyebab penyakit poliomielitis. 


Penyakit polio menjadi terus meningkat dan rata-rata orang yang menderita penyakit polio meninggal, sehingga jumlah kematian meningkat akibat penyakit ini. Penyakit polio menyebar luas di Amerika Serikat tahun 1952, dengan penderita 20,000 orang yang terkena penyakit ini (Miller, N.Z, 2004).

Vaksin polio pertama kali dikembangkan oleh Jonas Salk pada tahun 1955 dan Albert Sabin pada tahun 1962. Sejak saat itu, jumlah kasus polio menurun tajam. Saat ini upaya imunisasi di banyak negara dibantu oleh Rotary International UNICEF dan WHO untuk mempercepat eradikasi global polio. 


Virus ini merupakan salah satu penyakit yang banyak berjangkit di hampir semua negara di dunia, terutama di negara-negara berkembang. Di Indonesia sendiri penyakit ini mewabah terakhir kali di Medan, Sumatera Utara pada tahun 1957. 


 Image: http://explorepahistory.com/
Siapa Jonas Salk?

Jonas Salk ialah seorang Dokter peneliti medis dan virolog berkebangsaan Amerika Serikat. Jonas Salk dikenal melalui penemuan dan pengembangan vaksin polio pertama yang aman dan efektif.

Jonas lahir di kota New York, 28 Oktober 1914, 100 tahun yang lalu. Orang tuanya adalah imigran asal Yahudi Rusia. Meskipun mereka tidak begitu terdidik secara formal, namun mereka ingin melihat putera-puteri mereka sukses.

Ketika menempuh sekolah medis di Universitas New York, Jonas keluar dari perkumpulan kawan sebayanya bukan hanya karena keunggulan akademisnya, tetapi lebih kepada keinginannya untuk melakukan penelitian medis, dan bukan untuk menjadi seorang dokter praktik.


Hingga 1955, ketika vaksin Salk diperkenalkan, polio dipandang sebagai masalah kesehatan masyarakat yang paling menakutkan di Amerika Serikat setelah perang. Wabah tahunan selalu saja memburuk dan korbannya adalah anak-anak.


Pada tahun 1952, dilaporkan bahwa polio menjadi penyakit yang cukup membunuh dibandingkan dengan penyakit menular lainnya, dengan lebih dari 300.000 kasus dan 58.000 kematian, sebagian besar anak-anak.


Pengujian-pengujian lapangan yang dilakukan Jonas Salk melibatkan 20.000 dokter praktis dan petugas kesehatan masyarakat, 64.000 pegawai sekolah, dan 220.000 sukarelawan.


Dia kemudian menunjukkan rasa cinta kasihnya kepada masyarakat dengan menolak untuk mematenkan vaksin semata-mata demi keuntungan pribadinya, sebab dia berharap untuk melihat vaksin ini dapat diperbanyak secepat, seluas, dan sebanyak mungkin dan proses pematenan hanyalah akan menunda percepatan ini.


Ketika ditanyakan tentang siapa yang memiliki paten ini, Salk menjawab: “Tidak ada paten. Dapatkah kalian mematenkan matahari?” Seperti ditulis, sidomi.com


Pada 1963, dia mendirikan Institut Salk untuk Pengkajian Biologi di La Jolla, yang kini menjadi pusat penelitian medis dan sains. Dia senantiasa melakukan penelitian dan menerbitkan buku, termasuk di antaranya Man Unfolding (1972), The Survival of the Wisest (1973), World Population and Human Values: A New Reality (1981), dan Anatomy of Reality (1983).


Tahun-tahun terakhir Dr. Salk dihabiskan untuk upaya pencarian vaksin yang mampu menangkal HIV. Jonas Salk meninggal tanggal 23 Juni 1995 pada umur 80 tahun.

Selengkapnya

5 Jenis Narkoba dan Bahaya bagi Kesehatan

Posted by sulthan

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika hampir terjadi di semua tempat dan usia. Berikut 5 jenis narkoba yang berbahaya bagi kesehatan.

1. KOKAIN - Dapat merusak sistem pernafasan, denyut jantung meningkat, pembuluh darah tepi menciut, pupil melebar, sulit memusatkan pandangan, meningkatkan tekanan darah, denyut nadi dan pernapasan;

2. EKSTACY - Mengakibatkan penyempitan pembuluh darah, depresi, paranoid dan kerusakan permanen pada otak, meningkatkan denyut jantung , tekanan darah, dan pernafasan, sakit kepala, penglihatan buram, dan pusing, pupil melebar, kaku rahang, dan selalu terdorong untuk bergerak (tripping);


3. PUTAW - Mengakibatkan rasa sakit luar biasa (sakaw), badan panas dingin, hidung beringus, dan mual;

4. SABU - Meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan pernafasan, selera makan berkurang, mulut kering, berkeringat dan bicara cepat, sakit kepala, penglihatan buram, dan pusing, pupil melebar, system saraf pusat, menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak sehingga terjadi stroke (lumpuh), system jantung dan pembuluh darah, dapat menyebabkan nyeri dada, meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah;

5. GANJA - Mengakibatkan tingkah laku aneh, merasa dikejar-kejar, denyut jantung meningkat, mata memerah, mulut dan tenggorokan kering, mengalami halusinasi (penglihatan khayal), paranoid (gangguan jiwa seolah-olah dikejar-kejar), rendahnya motivasi, perilaku yang tak terduga, kebingungan, dan kekebalan terhadap penyakit infeksi menurun;

6. LEM - Dapat merusak sistem pernafasan dan gangguan otak; bahan adiktif akan merusak sistem pencernaan, hati dan ginjal.

Source: kemenkes
Selengkapnya

Apa itu Tanaman Ganja..?

Posted by sulthan on Minggu, 26 Oktober 2014

Apa itu tanaman Ganja? 

Tanaman ganja adalah semua tanaman genus genus cannabis dan semua bagian dari tanaman termasuk biji, buah, jerami, hasil olahan tanaman ganja atau bagian tanaman ganja termasuk damar ganja dan hasis.

Secara umum, ganja berasal dari daun dan pucuk bunga tanaman Cannabis Sative yang berwarna hijau bila masih muda segar, dan menjadi kecoklatan bila dikeringkan.

Apa itu Hasis ?

Hasis adalah getah pucuk bunga tanaman ganja kering, yang dijadikan bubuk atau dimanfaatkan menjadi lempeng seperti kue. Minyak hasis adalah cairan yang diambil dari tanaman ganja kering atau getahnya.

Ganja termasuk dalam Narkotika Golongan I yang dilarang dipergunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan. Ganja dapat dipergunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan untuk reagensia diagnostic, serta reagensi laboratorium setelah mendapat persetujuan Menteri atas rekomendasi Kepala Badan POM.

Apa itu reagensia diagnostic ?

Reagensia diagnostic adalah narkotika golongan I yang penggunaanya secara terbatas untuk mendeteksi suatu zat/bahan/bendan yang digunakan oleh seseorang apakah termasuk jenis narkotika atau bukan.

Apa itu reagensi laboratorium?

Reagensi laboratorium adalah narkotika golongan I, yang penggunaanya secara terbatas untuk mendeteksi suatu zat/bahan/bendan yang disita atau ditentukan oleh pihak penyidik apakah termasuk jenis narkotika atau bukan.

Nama-nama tanaman ganja
(Kanabis, Cimeng, Marijuana, pot, thai Stick, Grass, Gelek, Rasta, Weed, Hash, Mary Jane, Sinsemilla, Bakong Hijau)

Pengertian Narkotika?
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantunga. Berikut golongan narkotika menurut UU 35 Tahun 2009.

SAY NO TO DRUGS
Selengkapnya

Cerita ATS dari Sydney

Posted by sulthan on Sabtu, 25 Oktober 2014

Minggu lalu di Sydney saya sempat banyak berdikusi dengan teman saya dari BNN. Diskusi sambil lalu ini tentang kira-kira sekarang apa saja Drug Choice yang menjadi pilihan penyalahguna napza di Indonesia dan bagaimana trend kedepannya. 

Pada siang hari sebelumnya, saat kami sedang berada di fasilitas rehabilitasi di Sydney, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan salah seorang pasien yang berwarga negara Somalia. Tahu sendiri kan Somalia terkenal dengan bajak lautnya. Juga kekerasan dan tindakan kriminal menjadi sangat umum di Somalia. Pasien atau klien ini seorang perempuan muda yang cukup cantik dan berumur sekitar 21 tahun. Klien ini datang ke Australia pada saat umur 15 tahun bersama kakak perempuannya. Pada umur tersebut dia sudah dikenalkan oleh kakaknya dengan “speed”, nama lain dari amfetamin type stimulants (ATS) yang di Indonesia populer dengan nama “shabu-shabu”.

Yang menarik adalah, setelah lima tahun menggunakan speed, dia merasa sering mendengar suara-suara tapi nggak ada orang nya. Nah lohhhh,….Dalam bahasa medis itu disebut dengan Schizophrenia. Teman saya dari BNN menimpali bahwa memang sekarang tren penggunaan napza di Indonesia adalah shabu-shabu. Kalangan artis sudah banyak yang menggunakannya. Kemudian dia mulai menyebutkan sejumlah nama artis Indonesia yang menggunakan Shabu. 

Saya jadi miris nih, bagaimana kondisi lima tahun kedepannya ketika banyak orang saat ini menggunakan shabu. Saya khawatir lima tahun lagi akan banyak orang dengan gangguan jiwa psikosis atau schizophrenia. Untuk itu dalam tulisan kali ini saya akan coba membedah tentang ATS atau amphetamine type stimulants lebih lanjut.

Amfetamin

Efek amfetamin hampir mirip seperti adrenalin namun mempunyai efek kerja yang lebih lama. Obat ini bekerja dengan cara yang mirip dengan kokain dimana akan membuat penggunanya merasa energik. Amfetamin bekerja dengan cara seperti adrenalin, yaitu sebuah hormon yang diproduksi secara alami dalam tubuh manusia. Zat ini di kalangan pengguna napza dikenal sebagai “upper” yang mana dapat menurunkan nafsu makan dan akan menyebabkan pengguna tidak mempunyai rasa lelah. Mengkonsumsi satu paket amfetamin akan memberikan efek langsung yang bekerja dalam waktu 15 sampai 30 menit. Apabila dihisap (snort) maka akan menimbulkan yang lebih cepat (5 hingga 10 menit). Apabila disuntikkan akan memberikan efek yang seketika dan langsung.

Bagaimana Amfetamin Mempengaruhi Otak?

Ketika seseorang menggunakan “upper”, zat tersebut akan merangsang sistem saraf pusat penggunanya. Zat bekerja pada sistem neurotransmiter norepinefrin dan dopamin otak. Menggunakan amfetamin dapat menyebabkan otak untuk menghasilkan tingkat dopamin yang lebih tinggi. Jumlah dopamin yang berlebih di dalam otak akan menghasilkan perasaan euforia dan kesenangan yang biasa dikenal sebagai “high.”

Seiring berjalannya waktu, orang yang menggunakan shabu akan mengembangkan toleransi terhadap zat amfetamin yang terkandung di dalam Shabu. Toleransi artinya seseorang akan membutuhkan dosis yang lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang sama. Jika sejumlah dosis yang dibutuhkan tidak terpenuhi maka pengguna zat amfetamin akan muncul perasaan craving/withdrawal atau dikenal dengan perasaan sakaw.

Sensasi yang ditimbulkan oleh amfetamin

Sensasi yang ditimbulkan akan membuat otak lebih jernih dan bisa berpikir lebih fokus. Otak menjadi lebih bertenaga untuk berpikir berat dan bekerja keras, namun akan muncul kondisi arogan yang tanpa sengaja muncul akibat penggunaan zat ini. Pupil akan berdilatasi (melebar). Nafsu makan akan sangat ditekan. Hasrat ingin pipis juga akan ditekan. Tekanan darah bertendensi untuk naik secara signifikan. Secara mental, pengguna akan mempunyai rasa percaya diri yang berlebih dan merasa lebih happy. Pengguna akan lebih talkative, banyak ngomong dan meningkatkan pola komunikasi dengan orang lain. Karena seluruh sistem saraf pusat terstimulasi maka kewaspadaan dan daya tahan tubuh juga meningkat. Pengguna seringkali berbicara terus dengan cepat dan terus menerus.

Amfetamin dosis rendah akan habis durasinya di dalam tubuh kita antara 3 sampai 8 jam, Setelah itu pengguna akan merasa kelelahan. Kondisi ini akan membuat dorongan untuk kembali “speed-up” dan kembali mengkonsumsi satu dosis kecil lagi, begitu seterusnya. Penggunaan bagi social user dimana biasanya hanya menggunakan amfetamin pada akhir minggu biasanya menjadi tidak bisa mengontrol penggunaannya dan banyak yang berakhir dengan penggunaan sepanjang minggu penuh, mulai dari Sabtu ke Jumat, begitu seterusnya.

Efek Dari Amfetamin

Karena efeknya yang menimbulkan kecanduan dengan adanya toleransi dari zat yang dikonsumsi, maka zat ini juga akan menimbulkan efek secara fisik. Begitu seseorang telah kecanduan amfetamin, maka orang tersebut harus kembali menggunakan amfetamin untuk mencegah sakaw (withdrawal). Karena efek yang ditimbulkan amfetamin bisa boosting energi pada penggunanya, maka efek withdrawal yang paling sering muncul adalah kelelahan. Pengguna zat ini kemungkinan juga akan membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dan sangat sensitif/mudah marah pada saat dibangunkan. Begitu efek obatnya hilang, pengguna yang tadinya tidak merasa lapar kemudian menjadi sangat lapar. Pada beberapa kalangan selebriti, penggunaan zat ini sering digunakan sebagai obat untuk menurunkan nafsu makan. Namun sebenarnya sama saja karena nafsu makan akan kembali meningkat setelah efek obatnya hilang. Itulah sebabnya banyak selebriti perempuan yang mati-matian menjaga berat badannya dan akhirnya berakhir pada kecanduan amfetamin.

Depresi juga merupakan efek withdrawal yang paling sering pada pengguna amfetamin. Pada kasus-kasus yang berat malahan dapat menimbulkan tentamen suicide (hasrat ingin bunuh diri). Karena efek depresinya ini terkadang pengguna dapat menjadi orang yang berlaku sangat kasar.

Efek Jangka Panjang

Selama jangka panjang, seseorang yang menggunakan amfetamin secara teratur akan menemukan tanda-tanda efek samping jangka panjang yang biasanya terdiri dari :
  • Pandangan kabur
  • Pusing
  • Peningkatan detak jantung
  • Sakit kepala
  • Tekanan darah tinggi
  • Kurang nafsu makan
  • Nafas cepat
  • Gelisah
Pada penggunaan zat terus menerus akhirnya akan menimbulkan gangguan gizi dan gangguan tidur. Pengguna akan lebih rentan untuk sakit apapun karena kondisi kesehatan yang secara keseluruhannya buruk.

Amfetamin Psikosis

Efek penggunaan jangka panjang bisa menimbulkan kondisi yang disebut dengan amfetamin psikosis. Gangguan mental ini sangat mirip sekali dengan paranoid schizophrenia. Efek psikosis ini juga bisa muncul pada penggunaan jangka pendek dengan dosis yang besar. Kondisi psikosis inilah yang tidak disadari oleh kebanyakan pengguna amfetamin. Karena efeknya baru muncul jangka panjang maka sering kali efek ini disalah artikan. Pengalaman dari negara-negara lain yang sudah lebih lama muncul penggunaan amfetamin, telah banyak korban dengan gangguan psikosis atau gangguan kejiwaan yang parah.

Tentunya Anda tidak ingin efek kesenangan sesaat dibayar mahal di kemudian hari bukan?

*Judul awal tulisan ini adalah Amfetamin = Shabu = Speed = Glass = Quartz = Hirropon ditulis oleh Bagus Rahmat Prabowo disitus link web.  
Selengkapnya

Bila Kekasih Seorang Pecandu Narkoba

Posted by sulthan

Pria yang menjadi pecandu narkoba rasanya tidak akan termasuk dalam tipe pria yang disukai kaum hawa. Apalagi masuk dalam kriteria menantu idaman. Tetapi bagaimana jika Anda baru mencurigai kekasih memakai narkoba di setelah hubungan berjalan sekian lama?

Ika (25), sudah dua tahun menjalin hubungan dengan Hendra (29). Pada awalnya tidak ada yang mencurigakan dari sikap Hendra, tapi lama-kelamaan Ika melihat tubuh Hendra makin kurus. Pria yang berprofesi sebagai manajer sebuah kafe itu juga tampak loyo, tak bersemangat. Ika mencurigai kekasihnya itu memakai narkoba, terlebih belakangan ini Hendra terlihat akrab dengan sahabatnya yang baru lepas dari pusat rehabilitasi narkoba.

Setiap individu berhak mengetahui kondisi kekasih apa adanya. Keraguan dan kecurigaan yang dialami Ika sangat rentan menimbulkan perpecahan. Itu sebabnya, daripada memvonis kekasih seorang pecandu, Ika perlu jujur dan terbuka mengungkapkan keraguannya.

A.Kasandra Putranto, seorang psikolog dari Kasandra Persona Prawacana, mengatakan, banyak tanda-tanda penyalah guna narkoba yang tidak semata-mata kurus dan kehilangan gairah saja, tergantung zat yang dikonsumsi.

Model kurus dan kehilangan semangat, jelas Kasandra, biasanya model downers, yakni pengguna heroin, atau putaw. Sedangkan model uppers, memiliki ciri energik, aktif, dan tak bisa diam. Jenis narkoba yang digunakannya adalah shabu-shabu atau ekstasi. Sedangkan model kurus tapi doyan makan dan suka melamun biasanya model halusinogen alias pengguna ganja atau hasish.

"Jika sudah curiga, Anda perlu menanyakannya. Tapi umumnya mereka akan menyangkal dan kalau pun mengaku mereka akan tetap berbohong atas perilaku adiksinya," papar Kasandra.

Bila kecurigaan Anda benar adanya, terimalah kenyataan apa adanya. "Sikap yang tepat adalah memberi kesempatan dan dorongan agar kekasih mau mengikuti rehabilitasi," ujar Kasandra. Bahkan bila perlu Anda juga bisa ikut mendampingi kekasih selama ia menjalani terapi dan rehabilitasi.

Tetapi, Kasandra menyarankan agar Anda menentukan sendiri berapa lama Anda akan memberinya kesempatan. "Bila memang tidak ada perubahan sebaiknya Anda juga berpikir tentang diri sendiri," katanya. Bila kekasih lebih suka berada dalam jeratan narkoba, berarti ia sudah sedemikian egoisnya, lebih memikirkan diri sendiri daripada Anda dan masa depannya. 


source
Selengkapnya

Apa itu HIV dan AIDS..?

Posted by sulthan on Kamis, 23 Oktober 2014

Apa itu HIV?
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus yang menyebabkan rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia. 

Apa itu AIDS?
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). AIDS disebabkan oleh menurunnya system kekebalan tubuh yang disebabkan virus HIV dengan cara menyerang sel darah putih yang disebut sel CD4. Sel inilah yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia.

Apakah CD4 itu ? 
CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. CD4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD 4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol)

Dimanakah virus HIV ini berada?
HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain.

Bagaimana virus HIV bisa menimbulkan rusaknya sistem kekebalan manusia ? 
Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak.

Apa gejala-gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS?
Gejala orang terinfeksi HIV, bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):

Gejala Mayor (Umun):
  • Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
  • Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
  • Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
  • Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
  • Demensia/ HIV ensefalopati
Gejala Minor (Khusus):
  • Batuk menetap lebih dari 1 bulan
  • Dermatitis generalisata
  • Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
  • Kandidias orofaringeal
  • Herpes simpleks kronis progresif
  • Limfadenopati generalisata
  • Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
  • Retinitis virus sitomegalo
Bagaimana HIV menjadi AIDS?
Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:

Tahap pertama: Periode Jendela
  • HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
  • Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
  • Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
  • Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu - 6 bulan
Tahap kedua: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun :
  • HIV berkembang biak dalam tubuh
  • Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
  • Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
  • Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)
Tahap ketiga: HIV Positif (muncul gejala)
  • Sistem kekebalan tubuh semakin turun
  • Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
  • Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya
Tahap Keempat: AIDS
  • Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
  • berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah
Source: aids-ina.org/dbs
Images: aidssaintjohn.com
Selengkapnya

Kenapa Narkoba Menimbulkan Gangguan Fisik, Psikis dan Metal..?

Posted by sulthan on Rabu, 22 Oktober 2014

Apa itu Narkotika..? narkotika adalah suatu bahan atau obat yang berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan yang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, peginderaan, dan menghilangkan rasa sakit, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Kenapa Narkotika/Narkoba dapat menimbulkan Gangguan Fisik, Psikis dan Metal..?

Karena Narkotika atau Narkoba tidak hanya berpengaruh pada fisik saja, tetapi bisa mengganggu mental atau jiwa pecandu narkoba (mengalami gangguan mental dan kejiwaan). Karena semua jenis narkoba bekerja (menyerang) pada bagian otak.

Otak yang sudah terkena narkoba mempengaruhi susunan syaraf pusat, sehingga kerja otak terganggu dan keadaan jiwanya sulit untuk stabil. Dalam waktu cepat atau lambat akan terjadi perubahan reaksi sel saraf khusus di otak yang disebut reseptor opioid.

Menurut Human Medicine Network, semakin tinggi dosis narkotika yang dipakai atau semakin lama ketergantungan dengan zat tersebut, maka semakin luas perubahan reseptor opioid yang akan bereaksi pada saat terjadi gejala putus zat. Oleh sebab itu, gangguaan fisik pada saat putus zat akan berpengaruh secara langsung pada berat ringannya tingkat ketagihan Narkotika.

Semua jenis Narkoba bekerja pada bagian otak yang menjadi pusat penghayatan kenikmatan, termasuk stimulasi seksual. Oleh karena itu, penggunaan Narkoba ingin diulangi lagi untuk mendapatkan kenikmatan yang diinginkan sesuai dengan khasiat farmakologiknya.

Potensi setiap jenis Narkoba untuk menimbulkan ketergantungan tidak sama besar. Makin luas pusat penghayatan kenikmatan yang dipengaruhi oleh Narkoba, makin kuat potensi Narkoba untuk menimbulkan ketergantungan.


Berikut beberapa reaksi yang ditimbulkan:

1. Reaksi Toksik

Reaksi keracunan atau intoksikasi dapat terjadi pada setiap pengguna, terlebih lagi bila terjadi overdosis. Di sini fungsi tubuh sudah tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Secara klinis reaksi seperti ini sering terjadi pada pengguna depresan susunan saraf pusat dan golongan opioid. Untuk setiap zat gambaran klinisnya berbeda.

2. Reaksi Putus Zat atau Sindroma Abstinensi


sindroma abstinensi atau putus zat adalah gejala fisik dan psikologik bila seorang pecandu menghentikan penggunaan atau mengurangi dosis zat yang sama secara tiba-tiba. Gejala biasanya kebalikan dari efek akut zat yang sama. Sebagai contoh putus zat yang menyebabkan tidur, akan terjadi sukar tidur, tegang, suhu meningkat, pernafasan cepat. Lamanya gejala putus zat bervariasi tergantung waktu paruh obat, intensitasnya sepadam dengan banyaknya zat yang digunakan. Terapi utama adalah memberi dukungan kepada pasien: cukup istirahat dan masukan makanan, berikan obat dari kelas yang sama secukupnya untuk mengurangi gejala penderitaan, dosis obat kemudian diturunkan pelahan dan dihentikan pada hari ke 5-10.

3. Sindroma Otak Organik


Sindroma otak organik meliputi kebingungan, disorientasi dan penurunan fungsi kognisi, bila tidak ada gejala putus zat biasanya tanda vital cukup stabil. Diperlukan uji laboratorium untuk memilah diagnosis dari diagnosis banding dengan gejala kebingungan seperti fungsi ginjal, fungsi hati, keseimbangan elektrolit. Periksa apakah ada proses di dalam otak lainnya seperti pendarahan, tumor, infeksi.

4. Psikosis


Jika pasien jelas sadar, terjaga, orientasi terhadap orang baik, tanda vital stabil, tak ada tanda halusinasi atau delusi sebelum penggunaan zat. Beberapa zat seperti depresan sistem saraf pusat atau stimulan seringkali menginduksi terjadinya psikosis, onsetnya tiba-tiba (beberapa jam sampai hari), seringkali pasien dibawa oleh polisi ke fasilitas pelayanan kesehatan. Misalnya seseorang beberapa waktu setelah menyalahgunakan narkoba, kemudian berteriak dan tertawa keras tidak beralasan, telanjang dipinggir jalan sambil mengatur lalu lintas dengan kacau.

5. Flashback


Sering dialami oleh mereka yang menggunakan kanabis dan halusinogen. Mungkin terjadi karena adanya sisa zat dalam tubuh, stres psikologik, perilaku ‘panik’ atau perangsangan atas fungsi otak secara temporer. Pasien mengalami gejala panik.

6. Ansietas dan Depresi


Gejala sedih, gelisah sangat sering terjadi terutama bila personaliti dan situasi pasien memang demikian sebelumnya. Tanda munculnya Anxietas biasanya ditandai dengan gelisah, insomnia sampai gejala serangan panik (tiba-tiba jantung berdebar, rasa ingin tercekik "mau mati", dan takut gila atau takut mati). Intoksikasi stimulan dan putus zat depresan diikuti perasaan tidak tahan terhadap bising, tidak nyaman, sehingga pasien menghindari kerumunan, seringkali salah diagnosis menjadi fobia sosial atau agorafobia.

Episode depresi sementara dapat terjadi pada putus zat stimulan dan intoksikasi depresan. Pasien mengeluh suka tidur (insomnia), sukar konsentrasi, dan tidak nafsu makan.

Writer: Sumadi Arsyah / dbs
Selengkapnya